Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus

Saat ini khususnya di Indonesia, sangat mudah menemukan penderita diabetes mellitus. Pengandaiannya adalah pada sepuluh orang yang obesitas, Sembilan orang diantaranya akan berakhir pada diabetes. Kemudian tiga orang usia lanjut, satu orang diantaranya akan memiliki resiko menderita diabetes. Dari pengandaian tersebut, berarti semua orang di Indonesia memiliki resiko yang besar untuk mengidap penyakit diabetes. Mengapa demikian? Sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak teratur sehingga metabolisme tubuh menjadi tidak maksimal, dan mengakibatkan kelelahan fungsi organ.

Diabetes Mellitus dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah pada laboratorium pada saat puasa, dan dilanjutkan melalui pemeriksaan darah 2 jam setelah makan. Biasanya pada penderita diabetes, selain kadar glukosa dalam darah yang melebih batas normal, indikator fungsi organ lainnya pun akan terganggu. Contohnya level kolesterol, asam urat, fungsi hati pun akan ikut tinggi. Hal ini menunjukan bahwa diabetes mellitus juga mengganggu fungsi–fungsi organ tubuh lainnya selain pancreas.

A. Apa yang terjadi ketika kita menderita diabetes?

Ketika kita makan, makanan akan dicerna ke dalam tubuh menjadi glukosa di lambung. Kemudian glukosa akan dibawa ke usus dan diserap oleh usus ke dalam aliran darah untuk dibawa ke seluruh tubuh. Dan selanjutnya sel–sel dalam tubuh akan menyerap glukosa dari darah dan digunakan sebagai energi (sumber tenaga) untuk dapat berkembang. Proses penyerapan glukosa ke dalam sel tubuh menggunakan hormon insulin. Insulin diandaikan seperti anak kunci yang akan membuka pintu sel sehingga glukosa dapat masuk ke dalam sel tubuh. Yang terjadi ketika kita mengidap penyakit diabetes adalah

  • Pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin sehingga sel–sel tidak dapat menyerap glukosa ke dalam sel.
  • Pankreas tidak cukup memproduksi hormon insulin sehingga sel–sel hanya dapat menyerap sebagian glukosa ke dalam sel
  • Pankreas memproduksi insulin, namun sel–sel menjadi tidak sensitif terhadap insulin, sehingga sel-sel tidak dapat menyerap glukosa dengan baik ke dalam tubuh.

Kondisi demikian dapat mengakibatkan sel–sel tidak mendapat nutrisi untuk berkembang. Sel akhirnya mengirimkan sinyal ke otak bahwa sel belum mendapat makanan. Otak pun akan meresponnya dengan rasa lapar. Oleh karena itu penderita diabetes biasanya akan merasa lapar terus menerus, karena sinyal dari otak sebagai efek dari sel yang belum mendapat nutrisi.

Glukosa yang tidak dapat diserap oleh sel tubuh pada akhirnya akan dikeluarkan oleh ginjal. Oleh karena itu urine yang dikeluarkan oleh penderita diabetes akan terasa manis. Selain itu, ginjal memerlukan lebih banyak air untuk mengeluarkan glukosa dari dalam tubuh. Hal ini akan dapat mengakibatkan penderita diabetes selalu merasa haus, sehingga sering minum. Akibatnya adalah karena terlalu sering banyak minum, maka akan sering berkemih (kencing ).

Sel–sel tubuh memerlukan nutrisi untuk berkembang biak. Namun karena sel–sel dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa, akhirnya sel–sel akan mendapatkan nutrisi dari lemak tubuh. Untuk itu tidak heran apabila setiap penderita diabetes akan mengalami penurunan berat badan secara signifikan.

B. Komplikasi Diabetes Mellitus

Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, komplikasi yang diakibatkan pasti berhubungan dengan terhambatnya pembuluh darah dalam tubuh ke organ tersebut. Tubuh manusia terdiri dari pembuluh darah sebagai fungsi pengantar nutrisi ke organ tubuh. Dengan kata lain, komplikasi dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh, dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.

Komplikasi yang banyak sekali terjadi adalah terjadinya gangren pada luka, penyakit jantung koroner, mata katarak, retinopati, glaucoma, impotensi, gagal ginjal, penyakit liver (gangguan fungsi hati), stroke, dan lain sebagainya. Jika diteliti dan dilihat lebih lanjut, komplikasi yang disebutkan di atas terjadi akibat terhambatnya aliran dalam pembuluh darah, sehingga mengakibatkan kurangnya nutrisi untuk sampai pada organ–organ tubuh, sehingga fungsinya akan terganggu. Maka tidak heran apabila diabetes disebut sebagai INDUK  dari penyakit (Mother of Disease).

C. Penanganan Diabetes Mellitus

Komplikasi pada penyakit diabetes mellitus hanya akan terjadi bila kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Untuk itu, biasanya penanganan medis dilakukan yaitu dengan cara mengontrol kadar gula dalam darah penderita diabetes. Pengontrolan biasanya dilakukan dengan cara memberikan obat–obatan yang gunanya untuk merangsang pancreas untuk memproduksi insulin, ataupun untuk meningkatkan daya serap sel untuk menyerap insulin. Jika cara ini tidak berhasil mengontrol gula darah, maka dokter akan memberikan injeksi insulin langsung ke dalam aliran darah.

Penanganan yang dilakukan oleh dokter saat ini hanya sebatas pada penanganan pada komplikasi yang terjadi, namun tidak pada akar permasalahannya, yaitu membuat pankreas berfungsi kembali. Penanganan komplikasi biasanya dilakukan jika sudah terdeteksi. Penanganan komplikasi pada umumnya membutuhkan biaya yang sangat mahal, sehingga sering membuat penderitanya putus asa karena masalah biaya pengobatan.