Mediabetea Riwayat Penemu

Riwayat Penemu

DR. (HC) Darwin Kiro Ba. C.med (Bachelor of Chinese Medicine) dilahirkan pada tahun 1942 di Pekan Indrapura. Lahir dari keturunan Sinshe langsung dari RRC, dan mendapatkan sarjana bidang pengobatan Timur di Singapore Research Centre of Oriental Medicine  pada tahun 1979 membuat bapak Darwin Kiro aktif untuk meneliti ramuan yang telah diturunkan kepadanya.

Masa muda bapak Darwin Kiro aktif dalam pendidikan Seni Bela Diri di Indonesia dan ditunjuk sebagai salah satu atlit yang mewakili Indonesia dalam ajang kejuaraan terbuka Kei Shin Kan tahun 1982 di India. Pendidikan Bela Diri yang dimiliki oleh bapak Darwin Kiro diantaranya adalah Tae Kwon Do (sabuk hitam DAN II), Kei Shin Kan (sabuk hitam Dan III), dan pendidikan Seni Bela Diri Indonesia (jabatan terakhir sebagai pelatih). Kemampuan pengobatan yang dimiliki oleh Bapak Darwin Kiro ketika itu banyak sekali digunakan untuk mengobati atlit–atlit yang cidera akibat latihan atau bertanding, yaitu dengan arak racikan Bapak Darwin Kiro sendiri.

Setelah pensiun sebagai atlet bela diri, aktifitas bapak Darwin Kiro lebih banyak dilakukan di dalam ruangan yaitu dengan mengobati pasien–pasien. Pada tahun 2000, akibat aktivitas yang sangat padat ditambah dengan kurangnya berolah raga dan asupan nutrisi yang tidak seimbang, akhirnya bapak Darwin Kiro divonis oleh dokter menderita penyakit Diabetes Mellitus, ditandai dengan kadar gula diatas 300 dalam keadaan puasa. Parahnya lagi, diabetes tersebut telah mengakibatkan komplikasi ke mata, yaitu dengan adanya katarak pada kedua belah mata.

Bermodal pengetahuan dari turun temurun, ditambah dengan ilmu pengetahuan dari Singapore Research Centre of Oriental Medicine akhirnya bapak Darwin Kiro membuat racikan untuk mengobati penyakit diabetes yang dideritanya. Hasilnya dalam kurun waktu 3 bulan gula darah menjadi normal kembali, begitu pula dengan katarak yang menyerang kedua bola mata pun sembuh tanpa operasi.

Pada tahun 2001, melihat tren perkembangan penyakit diabetes yang semakin meningkat di Indonesia khususnya, membuat bapak Darwin Kiro untuk fokus pada pengobatan penyakit diabetes mellitus, sehingga banyak nyawa bisa tertolong dan menekan pertumbuhan diabetes mellitus di Indonesia yaitu dengan ramuan yang diberi nama teh Chin Chau yang berarti teh herbal dalam bahasa mandarin, ramuan yang menyembuhkan sendiri penyakit diabetes mellitus bapak Darwin Kiro.
Tahun 2003, teh Chin Chau diolah secara modern dan profesional dengan mengedepankan kualitas dan higienitas, namun mempertahankan ramuan herbal secara tradisional, kemudian berganti nama menjadi DAUN HIJAU MEDIABETEA dan membuat banyak sekali penderita diabetes yang sudah tertolong dan sembuh.

Tahun 2007, ramuan diabetes bapak Darwin Kiro diakui secara internasional pada kongres internasional pengobatan tradisional yang ke 4 (the 4th International Congress of Traditional Medicine) dengan makalah yang berjudul Cure of Diabetes without Amputation of Lower Limb dan penganugerahan gelar DOKTOR Honoris Causa melalui hasil penemuannya.

Tahun 2009, melalui penelitian yang lebih mendalam, akhirnya pada kongres ASEAN TRADITIONAL CHINESE MEDICINE di Kuala Lumpur, kongres mengakui dan menerima makalah yang dibuat dan dipertahankan oleh DR. (HC) Darwin Kiro dengan judul “MENCEGAH DAN MENGOBATI PENYAKIT DIABETES MELLITUS” di depan kongres.

Tahun 2013, oleh badan POM kami mendapatkan predikat sebagai perusahaan jamu bebas dari bahan kimia. Tentunya hal ini sangat menggembirakan bagi kami, karena sesuai dengan visi misi dan nilai perusahaan kami untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk herbal yang memberi manfaat kesehatan bagi masyarakat Indonesia.